Lanjut ke konten
Hiring Advice Menarik kandidat Bagaimana Merumuskan Sebuah Strategi HR Blue Ocean Yang Berhasil
Bagaimana Merumuskan Sebuah Strategi HR Blue Ocean Yang Berhasil

Bagaimana Merumuskan Sebuah Strategi HR Blue Ocean Yang Berhasil

“Blue Ocean Strategy” adalah sebuah konsep yang telah ada selama lebih dari satu dekade. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2004 oleh W. Chan Kim dan Renée Mauborgne dan telah terjual lebih dari 3,6 juta kopi di seluruh dunia.

Blue Ocean Strategy adalah strategi bisnis yang melangkahi cara-cara umum dalam menjalankan bisnis. Perusahaan disarankan untuk menjauh dari kompetisi dan mencari sebuah "samudra biru (blue ocean)". Dengan menciptakan bisnis Anda di sebuah pasar yang belum ada pesaingnya, akan memungkinkan Anda untuk menciptakan sebuah pangsa pasar yang baru. Hal ini biasanya dilakukan dengan meluncurkan produk atau layanan baru, membuat kompetisi yang tadinya ada menjadi tidak relevan dan perusahaan dapat berkembang tanpa adanya persaingan.

Salah satu contohnya adalah pertunjukan sirkus Cirque du Soleil. Alih-alih menggunakan hewan pertunjukan seperti pada umumnya, sirkus ini meminjam ide dari pertunjukkan Broadway yaitu dengan menggabungkan elemen teater, musik dan akrobatik. Dengan menciptakan sebuah pertunjukan di ruang pasar yang belum memiliki persaingan, Cirque du Soleil berhasil menciptakan kembali industri sirkus dengan sukses.

Idealnya, semua perusahaan ingin berada di "samudra biru" tetapi kebanyakan dari kita saat ini berada di "samudra merah". "Samudra merah" adalah kebalikan dari "samudra biru". Dalam "samudra merah", industri dan pasar terdefinisi dengan baik serta dipenuhi dengan persaingan ketat antar perusahaan dan cara standar menjalankan usaha.

Walau demikian, berada di "samudra merah" bukan merupakan suatu hal yang selalu negatif. "Samudera merah" cenderung lebih dapat diprediksi (terlaksana dan teruji) sehingga Anda tahu pasti apa yang konsumen Anda inginkan, dibandingkan dengan perairan "samudra biru" yang belum terjelajahi.

0

Apakah strategi Blue Ocean relevan dengan dunia HR saat ini ?  

Jadi, apakah strategi-strategi tersebut masih relevan saat ini, terutama untuk bidang HR? Jawabannya adalah ya! Hal ini dikarenakan perusahaan-perusahaan akan bergerak di antara samudra merah dan biru dengan seiringnya waktu. Hal ini juga didorong oleh pengenalan teknologi baru. Teknologi terus-menerus mengubah cara kita bekerja, oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk terus menciptakan strategi kompetitif di dalam samudra merah. Perusahaan-perusahaan perlu memperbaharui diri dan keluar dari zona nyaman mereka untuk dapat bergerak menuju samudra biru itu.

 

loa-bottombanner-728x90ev-article-and-edm-banner

 

Menerapkan strategi Blue Ocean pada HR

Para staf HR yang berpikiran maju selalu aktif mencari langkah-langkah strategis untuk bersaing dalam menemukan kandidat terbaik. Beberapa strategi samudra biru dapat diaplikasikan dalam hal ini:

Mulailah menjangkau kandidat di luar lingkup perekrutan Anda biasanya

pexels-photo-1306557

Berhentilah memancing di titik yang sama di lautan dengan pesaing-pesaing Anda. Mempekerjakan kandidat dari latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang sama tidak hanya akan menyebabkan Anda menghadapi persaingan yang ketat di antara para pesaing lainnya, tetapi juga dapat menyebabkan SDM yang stagnan berdasarkan fakta bahwa merekrut orang-orang yang bertipe sama cenderung menghasilkan hasil yang sama. Alih-alih demikian, pertimbangkan untuk merekrut kandidat di luar industri Anda. Hal ini mendorong adanya inovasi, karena kandidat top dari industri yang berbeda akan membawa cara pendekatan baru dan berpotensi untuk memperluas pandangan dunia tenaga kerja Anda.

Jangan mencoba untuk mengungguli kompetisi

pexels-photo-1483907

Meskipun penting bagi Anda untuk menganalisis para pesaing lainnya dan mengidentifikasi kelemahan mereka, jika Anda terus-menerus mengawasi dan membandingkan diri Anda dengan para pesaing, maka Anda masih jauh dari menemukan "samudra biru" Anda. Seharusnya Anda menjadi unik dan istimewa, bukan malah lebih mirip dengan pesaing Anda. Mulai merekonstruksi brand perusahaan Anda dan mengidentifikasi apa yang membuat brand Anda menonjol. Cari cara untuk membedakan diri Anda dari pesaing lainnya dengan menciptakan sebuah nilai yang sepaham dengan para kandidat dan karyawan Anda; cobalah untuk melihat sesuatu dari perspektif mereka untuk mencari tahu apa yang penting bagi mereka.

Mengadopsi teknologi terbaru

pexels-photo-1181354

Bidang HR dikenal agak lambat dalam beradaptasi dengan teknologi baru dan sebagian besar masih bergantung pada proses manual. Menemukan sebuah "samudra biru" artinya tidak membiarkan diri Anda terikat dengan rutinitas kerja dan operasi standar, tetapi mencari cara untuk menciptakan ide-ide baru. Diferensiasi dan strategi berbiaya rendah dapat diterapkan dengan memanfaatkan teknologi-teknologi baru. Patut diingat bahwa Anda ingin mengamankan para kandidat tersebut bahkan sebelum mereka mulai melamar, dan salah satu cara tercepat untuk melakukannya adalah dengan sepenuhnya memanfaatkan berbagai bentuk kemajuan teknologi baru yang ada di luar sana.

Untuk tetap menjadi yang terdepan di tempat kerja modern saat ini, staf SDM perlu merangkul dan terus-menerus mendukung adanya inovasi. Hal ini termasuk menemukan cara untuk menciptakan pengalaman kandidat yang lebih baik dan meningkatkan keterlibatan karyawan. Perlu dicatat bahwa siklus perubahan ini tidak akan pernah berakhir.

Ketika beberapa perusahaan bersaing ketat dalam sebuah "samudra merah", pada akhirnya salah satu dari mereka akan keluar sebagai sebuah pionir. Sang pionir kemudian akan memperkenalkan penawaran-penawaran baru, menciptakan sebuah "samudra biru" baru dan menjadi pemimpin dalam inovasi. Perusahaan pionir yang sukses ini perlahan-lahan akan menarik persaingan, sampai suatu hari kondisi pasar kembali menjadi "samudra merah" lainnya.

Namun selain memerlukan strategi Blue Ocean, Anda juga perlu menyertakan media sosial dalam proses rekrutmen Anda. Ketahui mengapa Anda harus menyertakan sosial media dalam proses rekrutmen pada artikel kami yang berjudul Alasan Mengapa Anda Harus Menyertakan Media Sosial dalam Strategi Rekrutmen.

Berlangganan ke buletin kami dan tetap update dengan tren, wawasan, berita dan tips terbaru tentang ketenagakerjaan, akuisisi kandidat, retensi, dan manajemen kandidat.

loa-bottombanner-728x90ev-article-and-edm-banner

Langganan Tips Rekrutmen

Dapatkan pesan dari para pakar Tips Rekrutmen langsung ke kotak masuk Anda.
Anda dapat berhenti berlangganan email kapan saja. Dengan mengklik 'berlangganan' Anda setuju dengan Pernyataan Privasi SEEK kami